Kamis, 03 Desember 2015

Strategi Harga dengan Filosofi Kolam




Apa sih hubungan antara stratgi harga produk atau jasa kita dengan kolam ikan?
Inilah yang mau saya jelaskan.
Bertahun-tahun, di dunia bisnis, mengajarkan saya bahwa strategi pricing khususnya jasa adalah seperti ikan dalam filosofi di kolam.

Bayangkanlah begini…
Di dalam sebuah kolam ikan yang besar.
Di situ, ada beragam jenis ikan. Besar-kecil dan berbagi jenisnya.
Lalu, pemancingnya pun banyak dengan beragam kail yang siap mengail ikan-ikan yang ada. Para pengail ini menggunakan berbagai jenis kail yang berbeda dengan berbagi jurus yang berbeda untuk mengail ikan tersebut.
 


Dunia usahapun sama.
Kolam itu kita bisa ibaratkan seperti bisnis kita.
Dan ikan-ikan itulah para customer kita yang beragam. Ada yang besar dan ada yang kecil.
Dan para pengail melambangkan para competitor ataupun para penyedia jasa yang mirip-mirip dengan kepunyaan kita.
Coba perhatikan bagaimana para pengail ini berlomba-lomba untuk mengail ikan tersebut…atau berusaha membujuk ikan tersebut agar memakan umpannya.

Tapi yang perlu diperhatikan disini adalah, kemampuan makan tiap ikan ini berbeda-beda. Begitulah juga dengan kemampan customer kita.
Ada ikan besar yang punya kemampuan memakan umpan yang besar.
Tapi ada ikan yang kecil, yang hanya mampu menelan umpan kecil.

Karena itulah, seorang pengail harus pintar.
Mengapa?
Kalau ikannyanya kecil, percuma dikasih umpan yang terlalu besar, karena nggak akan dimakan.Mulutnya terlalu kecil untuk bisa menelan umpan tersebut.

Kalau dianggap bahwa kail dan umpan itu adalah harga atau pricing dari barang atapun service kita. Begitulah yang tejadi.
Sekali lagi, jika kailnya kebesaran, nggak akan dimakan.
Artinya kala terlalu mahal, pasti nggak akan diambil, ataupun diterima sama customer kita.

Begitu juga kalau kailnya terlalu kecil.
Apa yang terjadi?
Banyak ikan kecil yang mungkin akan makan, tetapi kita akan terus-menerus (capeknya…!!) memancing ikan kecil ini dan sulit mendapatan yang besar.

Makanya, pricing dan harga kitapun mesti memahami filosofi ini.
Bayangkan kalau kita menentukan harga yang jauh diatas kemampuan makannya si ikan itu. Misalkan saja seorang dokter, seorang trainer, seorang professional ataupun seorang penyedia jasa yang membuat patokan harga segitu tingginya.
Mungkin saja, suatu ketika karena kepepet ikannya akan makan. Tetapi, apa yang terjadi? Habis itu si ikan tidak akan pernah kembali lagi…ikannya sudah trauma.

Namun, apa yang terjadi kalau kailnya terlalu kecil?
Yang jelas, pertama-tama, dapetnya ikan kecil melulu.
Begitu juga, ikan besar mungkin akan memakannya, tetapi habis itu kenyang untuk waktu lama sehingga nggak mudah kembali lagi. Akhirnya, si pengail itu juga jadi rugi.

Karena itulah kuncinya adalah satu yakni bagaimana kita menjadi cerdik dalam menentukan strategi pricing kita.
Jangan sampai kita ingin cepat-cepat kail besar kita dimakan tetap ujung-ujungnya ikan itu tidak balik lagi ke kita. Atau malahan, tidak ada satu ikanpun yang tertarik sebab kailnya kebesaran.

Atau sebaliknya, kail kita justru terlalu kecil sehingga kita hanya mendapatkan ikan-ikan yang kecil. Lantas, kita pun rugi. Karena seharusnya kita bisa mengeluarkan kail yang besar, tetapi ikannya dah kenyang hanya dengan kail yang kecil. Kita rugi waktu dan rugi tenaga pula.

Makanya, mengenali jenis ikan adalah kuncinya pula.
Kita mesti bisa menilai, menerka dan mengira-ngira kemampuan memakannya para ika tersebut.
Artinya, kita juga mesti pandai mengira kemampua customer kita.
Jangan sampai akhirnya kita kehilangan customer gaa-gara pricing yang salah.
Ataupun, kita rudi karena pricing kita yang justru kemurahan.

Oya, satu hal lagi.
Adalah lebih baik kail kita ukurannya sedang tetapi terus dimakan dan dimakan lagi, daripada kita terlalu membuat kail yang terlalu besar tetapi mungkin hanya dimakan satu dan dua kali, tetapi tidak ada lagi ikan yang mau memakan umpan kita. Kita semua ingin situasi dimana, masih ada erus-menerus ikan yang memakan umpan yang kita lempar.

Be smart! Salam Antusias!



0 komentar:

Posting Komentar