Smart Emotion RadioTalk

HR Excellency.

ELT,PLT Trainers Meet

MWS Indonesia.

with Abdul and the Coffee Theory

Seminar Kecerdasan Emosi bersama Suara Pembaruan.

Great Trainer in Action

ELT Certification Workshop.

Senin, 28 September 2015

Awas! Anak-Anak Yang Makin Beringas!



 Baru-baru ini di ibukota heboh lagi. Hati saya pun miris mendengarnya.
Bayangkan. Dilaporkan begini.
Seorang anak kelas 2 SD, bertengkar dengan temannya saat ada acara lomba menggambar. Ternyata cara yang awalnya ejek-ejekan itu berbuah maut. Ia dipukul di dadanya dan kepalanya. Ternyata hal ini membuatnya meninggal.
Keluarganya begitu sedih.
Tapi, untungnya diantara sesama keluarga akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan. Masalahpun dianggap selesai oleh polisi.

Rabu, 23 September 2015

Gue Emang Beda!



 Saya masih sangat terkesan sekali dengan iklan komputer Apple di tahun 1997 yang mengusung tema, "Berpikir Beda" (Think Different). Padahal iklan tersebut sudah lama sekali, sudah usang. Tetapi, ketika saya menyaksikannya lagi baru-baru ini saya baru menyadari betapa luar biasanya pesan dibalik iklan ini. Iklan ini bahkan masih dapat Anda saksikan di youtube. Dengan kalimat yang sangat puitis, Craig Tanimoto dari Chiat/Day menuliskan bait demi bait puisi yang kira-kira penggalan kalimatnya adalah sebagai berikut. Lengkap dengan gambar para penemu, negarawan, pelukis, seniman dan musisi, kalimat puisi inipun dibacakan dengan antusias.

Selasa, 15 September 2015

MATINYA LOYALITAS KERJA???




“Hari gini masih bicara soal loyalitas kerja?”, kata manager yang aku konseling. Begitulah tanggapan yang sering muncul kalau kita bicara soal topik ini.Banyak yang menganggap setia atau lama bekerja di suatu perusahaan itu adalah nilai-nilai yang nggak jamannya lagi. Agak kolot.
Jaman sekarang adalah jaman kutu loncat.

Jadi tak mengherankan kalau kita bertemu ataupun mewawancarai yang pengalaman kerjanya baru 2 tahun tapi sudah berpindah beberapa perusahaan.
Alasan kepindahan itupun beragam. Yang lumrah adalah karena uang, ada yang karena lingkungan yang tidak menyenangkan, ada pula yang karena merasa pekerjaannya nggak fit.

Senin, 14 September 2015

10 Pelajaran Penting Soal Kecerdasan Emosional Dari Film “INSIDE OUT”

Akhirnya, kini ada film yang sangat EQ banget yang sedang diputar di bioskop! Judulnya INSIDE OUT! Inilah film kerjasama antara Disney dan Pixar, yang menghabiskan waktu 5 tahun untuk pembuatannya. Banyak yang telah menontonnya memberikan komentar yang positif (meskipun, ada pula yang mengatakan bingung dan mengatakan “biasa saja” dengan isi film ini).  Tapi, buat Anda yang telah menontonnya bagaimana pendapat Anda? 
Yang menarik, film ini dianggap mengajarkan banyak pelajaran soal mengelola emosi di kepala kita.  Karena film ini sangat EQ banget, rasanya sayang kalau saya melewatkan kesempatan untuk membahas film ini.

Nah, untuk itulah pada kesempatan ini, saya akan membagikan “10 Pelajaran Kecerdasan Emotional dari Film Inside Out”. Nah, apa saja isinya? Ayo, kita bahas film ini, khususnya buat Anda yang sudah menontonnya!

Sinopsisnya Dulu!
Eih buat yang belum sempat nonton, saya ceritakan sedikit sinopsisnya dulu. Film ini, pada dasarnya berkisah tentang seorang anak perempuan kecil bernama Riley. Film ini menceritakan perkembangan Riley dari sejak lahir sampai sekitar 11 tahun. Cerita soal kepindahan mereka dari Minnesota ke San Fransisco. Riley hidup bersama dengan ayah dan ibunya. Yang menarik, sepanjang berbagai gejolak yang terjadi, film ini menunjukkan pertarungan 5 emosi penting dalam tubuhnya Riley: Joy (senang), Sadness (sedih), Fear (takut), Disgust (Jijik) serta Anger (marah), yang silih berganti mengendalikan hidupnya. Emosi-emosi ini mengendalikan kehidupan dan tindakan Riley di suatu tempat control namanya: headquarter (Kantor Pusat). Dan penontonpun diajak untuk melihat bagaimana emosi-emosi itu Silih berganti mempengaruhi hidupnya.

Sabtu, 12 September 2015

Pelajaran Motivasi dari Film The Ant Man




Hobi nonton?
Kalau diberikan skala antara 1 sampai 10, saya mungkin berada di rentang 7. Jadi bukan termasuk yang maniak, tetapi cukup menikmati. Khususnya jika ada film yang jadi “hot topic”, yang lagi banyak dibicarakan.

Alasan nonton?
Pertama, supaya saya tidak ketinggalan berita pada saat peserta training, atau pendengar acara radioku membicarakan soal film tersebut. Selain itu, film-film juga menjadi salah satu sumber kedekatan saya dengan anak-anak. Sebab, dengan begitu, kami bisa nonton, menikmati serta membicarakannya bersama-sama. Something fun!