Minggu, 18 Agustus 2013

BAGAIMANA SIKAP TERBAIK SAAT MEMBACA DAN MENDENGAR BIOGRAFI ORANG LAIN?

BAGAIMANA SIKAP TERBAIK SAAT MEMBACA DAN MENDENGAR BIOGRAFI ORANG LAIN? 
(SEBUAH CATATAN SOAL BUKU “KISAH ORANG HEBAT: DARI MATA KAKI KE MATA HATI”)

Sebuah buku biografi diterbitkan. Judulnya menarik, Kisah Orang Hebat: dari Mata Kaki ke Mata Hati”. Buku ini dikompilasi oleh seorang rekan jurnalis dan penulis artikel yang saya kenal yakni Eman Dapa Loka.  Di dalam buku ini terdapat banyak kisah orang sukses yang luar biasa, yang saya pernah baca. Ada kisah Dewa Bujana, Romo Magnis Suseno, Franciscus Welirang, dan masih banyak lagi.



Eh, yang membuatku bangga dan sekaligus juga ada rasa malu, adalah kisah biografi saya pun diceritakan dimasukkan didalamnya dengan judul "Jejak Langkah Sang Motivator". Entah apa yang membuat rekan Eman Dapa Loka menganggap kisah saya layak dimasukkan di dalam buku ini. Yang jelas, terus terang dan jujur, dibandingkan dengan orang-orang hebat yang ada di buku ini, apa yang kuraih dan kukontribusikan, kelihatannya belum ada apa-apanya. Apalagi, untuk skala masyarakat dan juga untuk bangsa. Ini jujur lho!


Saya memang punya belasan buku yag kutulis. Punya lembaga HR Excellency yang membina sumber daya manusia, khususnya di korporat. Sangat antusias soal EQ, kecerdasan emosional. Senang memotivasi dan menulis dimana-mana. Tapi, lebih dari itu, rasanya belum banyak yang kulakukan yang tampaknya betul-betul berkontribusi langsung buat masyarakat kita. Jadi, itulah yang membuatku merasa agak malu, dipersandingkan dengan nama-nama besar yang sungguh diakui kontribusinya!

Yang kutahu, kisah masa kecilku memang getir. Banyak kisah sedih, yang mungkin akhirnya menarik untuk diceritakan. Tipikal kisah yang bagus untuk cerita-cerita motivasi di kelas-kelas seminar. Cerita yang bisa membuat baik yang bercerita maupun yang mendengar, meneteskan air matanya. Tapi, lebih dari itu, tampaknya masih banyak yang masih harus kukontribusikan, untuk dianggap ORANG HEBAT. Paling nggak, itulah ukuranku!

MENDENGARKAN KISAH SUKSES ORANG MEMANG BISA JADI MOTIVASI BUAT KITA, TAPI ADA PULA  BAHAYANYA. BAHAYANYA, ITU ADALAH KISAH SUKSES MEREKA, SEMENTARA KITA PUNYA REALITAS DAN LATAR YANG BERBEDA. 

Makanya, terus terang saya bukanlah termasuk orang yang suka menceritakan kisah masa lalu saya untuk memotivasi orang lain. Hanya dalam program tertentu dan khusus, saya menceritakan masa lalu saya. Tetapi, saya sadar. Tiap kali saya selesai menceritakan kisah saya, saya selalu ingin berkata, 
“Saya menceritakan kisah hidup saya yang getir, bukan untuk dikagumi. Tapi, ingin mengingatkan bahwa apapun latar belakangnya, kita punya kesempatan untuk lebih baik. MASA DEPAN KITA TIDAK HARUS SAMA DENGAN MASA LALU KITA! Kalian punya masa lalu masing-masing, jadilah kisah hidup kalian, akhirnya pantas diceritakan dengan akhir yang membahagiakan!”

Saya mengerti sekali. Pesertaku, audiensku, orang yang hadir di seminarku adalah orang yang berbeda latar belakang, situasi dan kondisinya. Makanya, sebenarnya hanya sekedar menceritakan kisah hidupku, tidak akan punya punya banyak dampak perubahan buat mereka. Kecuali……kecuali, mereka bisa diajak untuk mengambil intisari penting dari kisah masa lalu itu. Makanya, saya tidak suka menceritakan masa laluku hanya sekedar untuk diketahui. Buat apa? Kecuali, hanya membuat orang kagum, lanta kemudian bingung (masalahnya, kalau mereka kritis, mereka bisa berkata, “Ya Pak Anthony. Menarik sekali kehidupan masa lalu Bapak yang pahit. Lalu, buat saya yang masa lalunya berbeda dengan Bapak, apa gunanya buat saya?”

Di sini pula, saya ingin memberikan tips, lain kali kalau mendengarkan kisah biografi  kehidupan orang sukses. Bagaimana bisa menyikapinya dengan lebih positif dan mengambil pembelajaran yang berguna buat kehidupan kita? Ini tips-nya dari saya:

1. SIKAP POSITIF. Jangan ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Jangan langsung mencibir ataupun lansgung terkagum-kagum. Ingat, itu adalah kisah mereka. Good to know, good for your understanding. Janganlah silau. Tapi juga, jangan antipati. Hargai kisah perjalanan orang lain. Ingatlah, RESPECT! Bersikap menunduk, dan respek adalah kata yang paling baik, menyikapi kisah-kisah orang lain.
2. JADIKAN INFORMASIMU. Dari kisah mereka yang panjang, tanyakan: APAKAH BAGIAN DARI KISAH MEREKA ITU YANG MENARIK YAKNI YANG MENYENTUH PERASAANMU? Ingatlah kalau perlu catat kisah itu. Lalu, jadikanlah sebagai referensi buatmu.  Paling tidak kisah orang lain, bisa jadi bahan obrolanmu, referensi saat kamu bercerita, menulis ataupun untuk menasihati orang lain (termasuk menasihati anak kita lho!). Jadi, jadikanlah sebagai referensi di pikiranmu. Ngomong-ngomong, dalam obrolan saya (juga di konseling saya), saya sering menceritakan potongan biografi kehidupan orang. Kadang, ini bisa jadi bahan obrolan yang menghidupkan suasana juga lho? (Pernah ngalamin?)
3. TEMUKAN PATTERN-NYA. Dari kisah perjalanan hidup orang, belajarlah untuk mengerti polanya. Artinya, coba kamu baca dan selidiki kisahnya. Apa yang membuat mereka akhirnya bisa sukses. Apakah karena faktor KEBERUNTUNGAN? Karena factor KELUARGA yang mendukukung? Karena kualitas KARAKTER dan KEMAMPUAN dalam DIRI-nya? Apa lagi yang membuat orang ini unik?
4. WHAT QULITY THEY HAVE THAT YOU DON’T? Ini pertanyaan uji imajinasi yang menarik! Coba deh, kalau kamu bayangkan kamu dalam situasi orang tersebut dan menjadi orang tersebut dalam kehidupan dan masa lalunya, apakah kamu akan jadi sesukses dia? Kalau tidak mengapa? Apa yang membuatmu tidak seperti dia? Apa yang kurang dari dirimu? Jawaban atas pertanyaan itu bisa jadi pembelajaran penting buatmu!

Akhirnya, thanks untuk Mas Eman Dapa Loka yang menuliskan kisah biografi saya dibukunya. Tapi, saya merasa masih perlu kerja ekstra untuk sibeut HEBAT. Tapi, sungguh, harapan saya buat teman dan rekan-rekan saya,
“SEMOGA DENGAN BELAJAR DARI KEHEBATAN ORANG LAIN, KITA BISA MENEMUKAN KEHEBATAN DALAM DIRI KITA SENDIRI”

0 komentar:

Posting Komentar