Jumat, 01 Mei 2015

Apa yang Kamu Lakukan Sebelum Sarapan?




Perencanaan waktu yang baik dimulai sejak pagi. Nah, bagaimana caranya agar waktumu efektif? Simak cara yang diajarkan mengena bagaimana para pakar dan eksekutif menggunakan waktunya, bahkan sebelum sarapan!

Saya menikmati buku karya Laura Vanderkam yang berjudul “You Have More Time Than You Think” di tahun 2010. Belakangan, Laura ternyata menerbitkan lagi sebuah buku berjudul “What The Most Successful People Do Before Breakfast”. Di dalam buku yang pertama, Laura bercerita tentang seorang eksekutif wanita bernama Theresa Daytner, seorang eksekutif wanita  yang memimpin bisnis sukses. Selain punya waktu untuk mengurusi dirinya, ia puny enam anak yang mesti diasuhnya. Namun, dalam jadwalnya ia masih bisa hiking, bisa melakukan fitness rutin, termasuk menjadi pelatih sepakbola anaknya serta melakukan berbagai aktivitas bisnisnya di manca negara. Nah, bagaimanakah dengan Anda?


Bayangkanlah dengan pengakuan serta komentar dari salah satu manager pembaca Bisnis Indonesia Minggu yang menulis ke email saya, “Setiap pagi itu seperti neraka. Bangun dengan terkantuk-kantuk. Jam 4 pagi sudah harus bangun. Menyiapkan diri dan sarapan. Mengantar anak ke sekolah lalu buru-buru ke kantor. Setiap pagi saya harus melakukan hal ini. Pulang sudah malam dan kecapean. Hidup saya berputar seperti ini, sudah lima tahun. Saya jenuh sekali, bagaimana keluar dari perangkap ini?”

Justru email keluhan seperti itulah yang mendorong saya untuk menuliskan artikel ini bagi Anda, Pembaca. Apakah yang bisa kita lakukan untuk menghindari perangkap rutinitas serta bagaimana caranya mengisi hari-hari kita dengan aktivitas yang lebih bermakna?

Dimulai Sejak Sebelum Sarapan
Ternyata, rahasia pengaturan jadwal waktu yang efektif harus dimulai sejak pagi, tepatnya sejak sebelum sarapan. Berbagai interview dengan orang-orang yang sukses hidupnya, ternyata memiliki kebiasaan untuk mengunakan waktu paginya dengan luar biasa. Rata-rata, telah melakukan banyak hal sebelum orang lain memulai bahkan keluar dari tempat tidurnya. Sebut saja seperti Oprah, Larry King dll. Banyak diantara mereka pada saat pagi-pagi telah berlari, jogging serta membalas email-email penting dan membuat perencanaan hidupnya ketika orang lain masih terlelap. Ternyata, itulah kunci penting untuk menjaga kualitas keseharian kita.

Pagi Itu Relatif, Tapi Itulah Kuncinya!
Ada sebuah pertanyan dari para peserta workshop saya di Bali dan Balikpapan baru-baru ini, tatkala saya membahas pemanfaatan waktu di pagi hari. Pertanyaannya, “Bagaimana kalau saya bukan orang yang terbiasa bangun pagi?” “Bagaimana kalau kebiasaan saya adlah berkerja dan tidur larut malam?”.

Nah, hal yang perlu disampaikan disini adalah waktu pagi hari yang relatif. Bicara soal jam biologis seseorang, pagi bagi seseorang bisa kelewat pagi bagi orang yan lainnya. Ataupun apa yang dirasakan pagi bagi seseorang, ternyata sudah termasuk siang bagi orang lain. Tetapi, inti permasalahannya bukanlah pada soal jam berapa sampai jam berapa, tetapi bagaimana Anda memanfaatkan waktu pagimu sendiri. Tidak peduli Anda bangun jam 3, jam 4, jam 5, jam 6, jam 7 atau jam 8. Pagi setiap orang bisa berbeda-beda, tapi aktivitas Anda di pagi setelah Anda bangun itulah yang perlu Anda perhatikan. Dan justru disitulah kunci produktivitas dan efektivitas waktu Anda.  Realitas bahkan menunjukkan, seseorang yang bangun jam 7 tetapi sanggup menggunakan waktunya dengan efektif bisa jadi akhirnya lebih produktif daripada mereka yang bangun jam 4 pagi.

Bagaimana Mulai Mengefektifkan Waktu Pagimu?
Sebenarnya, ada beberapa tips yang bisa membuat kita memiliki pagi yang lebih efektif. Beberapa diantara tips penting untuk Anda adalah:

Pertama, buatlah jurnal. Ada kalanya, ketika kita begitu asyiknya dengan waktu kita, tahu-tahu waktu kita berlalu begitu saja. Nah, saran terbaik adalah mulai melakukan tracking atas waktu yang telah kita lalui, khususnya waktu di pagi hari. Kadang-kadang, karena tidk pernah disadari, kita tidak menyangka berapa waktu yang kita habiskan untuk ngelamun, untuk mencari barang yang entah ditaruh dimana, mandi, dandan, dll. Nah, ada baiknya pengaturan waktu efektif dimulai dengan mencatat (paling tidak dalam seminggu) bagaimana kita memulai pagi kita. Percayalah,Anda akan terkaget-kaget betapa banyaknya waktu yang tersia-sia percuma karena membiarkan waktu berlalu tak terkendali.

Kedua, mulai merencanakan. Setelah melihat kebiasaan Anda menghabiskan waktu setiap hari, maka saatnya untuk mulai merencanakan. Langkah terbaik adalah dengan membuat gambaran seperti apakah pagi yang efektif buatmu. Atau, kalau perlu ingat kembali bagaimanakah pagi yang indah yang pernah kamu lewati dan pernah kamu jalani. Seperti apakah gambarannya. Jadikanlah hal itu sebagai bagian dari rencanamu. Masukkanlah dalam rencanamu, sesuatu yang logis serta realitis. Janganlah kelewat optimis sehingga tatkala sesuatu tidak seperti yang Anda rencanakan, Anda tidak menyalahkan diri. Ingatlah, sesuatu yang baik, tidak harus dimulai secara drastis. Mulailah secara perlahan, tetapi terus-menerus.

Ketiga, bangun pagi dan mulailah membayangkan. Ingatlah bahwa pikiran kita punya kekuatan ajaib yaknik kemampuan untuk membayangkan (visualisasi). Berbagai penelitian tentang otak mengatakan bahwa pada saat kita melakukan visualisasi, otak kita sedang menyiapkan jalannya untuk diri kita. Oleh karena otak kadang sulit membedakan mana bayangan dan mana kenyataan, ketika kita membayangkan hari yang indah maka otak sudah menyiapkan dirinya untuk hari yang indah. Karena itu, segera setelah bangun pagi dan melakukan ibadah pagi Anda, cobalah untuk membayangkan dan menciptakan dalam pikiran Anda seperti apakah hari yang menyenangkan itu. Bayangkan bagaimana Anda bergembira, melakukan sesuatu dengan semangat dan menyelesaikan banyak hal di pagi hari. Setelah itu, keluar dari tempat tidur dan mulai jalankan apa yang baru saja Anda imajinasikan. Percayalah, Anda akan merasakan betapa besar energi yang Anda miliki untuk memulai hari baru karena imajinasi yang positif itu.

Keempat, jadikanlah kebiasaan. Ingat pepatah, “Perjalanan bermil-mil jauhanya dimulai dari satu langkah”. Begitu juga cara kita membangun kebiasan kita di pagi hari. Intinya, untuk membangun kebiasaan yang bagus di pagi hari, mulailah dengan sesuatu hal yang sederhana tetapi rutin Anda lakukan. Bisa dengan membaca sejenak, berdoa, shalat dan bermeditasi, membalas email atau sesuatu yang positif yang membuat Anda mulai produktif sejak di pagi hari. Lantas, setelah itu Anda boleh tambahkan lagi, hal-hal yang lainnya jika merasa bahwa waktu Anda bisa diisi lagi dengan hal-hal lain yang positif.

Tidur Lebih Awal, Bangun Lebih Pagi
Salah satu saran terakhir untuk memulai pagi yang luar biasa adalah “Tidurlah sedikit lebih awal dan bangunlah sedikit lebih pagi”. Paling tidak, 15 menit tidur lebih awal dan 15 menit bangun lebih awal. Inilah yang dilakukan oleh para eksekutif. Konon, beberapa eksekutif terkenal seperti Donald Trump, Jack Welch sudah menjawab email penting dan perencanaan paginya di awal harinya. Bahkan, penemu terkenal Thomas Ala Edison memulai paginya untuk berpikir karena suasana yang masih tenang.  Jadi, mulai sekarang pikirkanlah untuk mengefektifkan waktu Anda lebih baik, khususnya di pagi hari.

0 komentar:

Posting Komentar