Selasa, 28 Februari 2012

Buku MINDWEB: Konsep Berpikir Tanpa Mikir karya Pak Eka Wartana

Tadi malam, iseng-iseng saya membuka-buka lagi buku yang pernah saya baca draftnya, yakni buku MINDWEB. Bukunya ini adalah karya Pak Eka Wartana, seorang sahabat saya yang banyak memberikan inspirasi dan tips pada diri saya.

Nah...Ketika pertama kali bertemu dengan Pak Eka, dan diceritakan mengenai konsep kasarnya MindWeb, kira-kira dua tahun lalu, saya agak terkejut. Terus terang, saya melihat cara berpikir yang mirip dari gambaran Pak Eka dengan cara berpikirnya dosen jebolan “Harvard’ (saya panggil Profesor) yang dulu pernah mengajar kami di kelas MBA. Biasanya, sudah menjadi trademarknya Harvard yakni melakukan studi kasus bisnis. Nah, setelah membaca studi kasus bisnis yang berlembar-lembar, kita biasanya bikin mumet. Hal yang plaing luar biasa, adalah tatkala para professor kita mulai beraksi. Caranya? Dengan mudahnya studi kasus yang rumit itu, digabung menjadi satu dengan bagan-bagan lantas dihubungkan satu demi satu dengan berbagai garis penghubung. Ternyata, papan tulis (white board) memang jadi kelihatan ruwet karena penuh denga coreta garis “connector” yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain. Tetapi, setelah coretan-coretan itu selesai, kasus bisnis yang rumit itu menjadi begitu mudahnya dipahami. Itulah yang dilakukan oleh para guru manajemen!

Makanya, tidak heran, ketika Pak Eka menjelaskan soal Mindwebnya saya agak kaget. Wow, ada kemiripan berpikir (tetapi, saya sangat yakin banget bahwa Pak Eka tidak punya hubungan, koneksi apalagi KKN sama Profesor saya). Dan, bagusnya, gambaran dan cara menjelaskan dari Pak Eka, lebih detil dan lebih konkrit plus ada filosofinya segala (misalkan ada bab soal “BAGAIMANA CARA KERJA OTAK” di Bab 2. Terus-terang, ini adalah pola menjelaskan sesuatu yang bagus! Ide orisinal yang sangat brilian. Makanya, di bukunya Pak Eka Wartana, saya memberikan testimonial begini:


"TWO THUMBS UP! Ketika saya studi S2 di Vancouver, salah satu profesor saya mengajarkan studi kasus dengan cara menghubung-hubungkan fakta dan informasi di papan tulis dengan begitu keren!
Papan tulis penuh dengan garis penghubung, tetapi suatu kasus bisnis yang awalnya begitu ruwet, akhirnya jadi begitu mudah dipahami. Bertahun-tahun berlalu, sekarang ada Pak Eka Wartana, seorang sahabat "genius" saya yang dengan pemikirannya yang menarik, mencptakan sistem MINDWEB yang ternyata mampu menjelaskan apa yang dilakukn oleh Sang Guru Besar saya.
Buku ini berisi ide tentang MINDWEB yang brilian, orisinil dan aplikatif (karena saya telah melihat penerapannya bertahun-tahun yang lalu). Semoga buku dengan ide langka ini menginspirasi Anda!
Dan harapan saya, akan makin banyak penulis ide-ide orisinil seperti Pak Eka Wartana yang akan membanggakan bangsa kita!"



(Anthony Dio Martin, "Best EQ Trainer Indonesia", Direktur HR Excellency, ahli psikologi, speaker, penulis buku-buku bestseller, narasumber program Smart Emotion di SmartFM Jakarta, pengasuh rubrik Motivasi di Bisnis Indonesia)



Termasuk juga, di dalam fanpage saya (www.anthonydiomartin.com/go/facebook), saya memberikan komentar: “Sebuah Buku yang Ditulis dengan Hati!”. Betul lho…bukan Cuma sekedar pujian. Karena untuk menulis buku yang tertata semacam ini, dibutuhkan energy extra yang luar biasa! Itulah sebabnya, lebih banyak penulis yang isi bukunya adalah kumpulan artikel ata tulisan-tulisan yang tidak bersambung (sssstttt…saya sendiri punya beberapa buku yang isinya kumpulan artikel/ tulisan, karena membuatnya memang lebih mudah!)

Lebih lanjut….

Satu pelajaran terpenting yang bisa dipetik dari buku ini adalah mengajarkan SYSTEM THINKING. Inilah cara berpikir yang sirna dari kebanyakan pemimpin di Indonesia, atau juga kebanyakan manusia di Indonesia. System thinking adalah cara berpikir mendalam yang memikirkan banyak aspek, sebelum mengambil keputusan. Cuma, problemnya sekarang adalah: BANYAKNYA PEMIMPIN YANG MALAS BERPIKIR! (Mereka mengaplikasikan konsepnya Naga Bonar, “Ah, berhentilah kau berpikir…!) . Saya kasih contoh aja: ketika perusahaan rugi, langsung dilakukan PHK ataupun barangnya dinaikkan. Contoh lain, ketika merugi, langkah yang dilakukan adalah dengan langsung menaikkan harga produknya (padahal bisa saja merugi luar biasa karena kebocoran dan korupsi yang luar biasa di perusahaan itu). Tanpa sadar, bahwa dengan cara mem-PHK ataupun menaikkan harga, punya dampak yang lebih luas lagi! Tap hal ini nggak ipikirn. Dan justru itulah cara yang ditempuh, hanya karena cara itu cara yang MUDAH! Ah, andaikan saja lebih banyak pemimpin kita yang bisa berpikir lebih SISTEMIK!


Thanks kepada Pak Eka lewat bukunya Mindweb yang menawarkan cara berpikir yang sistemik. Tetapi, saya sendiri khawatir, jangan-jangan tatkala melihat buku yang ada gambar diagramnya, kebanyakan dari kita mulai berkata, “Ah, ada diagramnya, malas ah membacanya!”. Itulah bagian dari gejala MALAS BERPIKIR! Salut dan sukses untuk buku MINDWEB-nya Pak Eka. Very proud dengan Pak Eka!



Salam Antusias,



Anthony Dio Martin

2 komentar:

  1. Wah..buku yg sudah saya tunggu selama +- 2 tahun. Can't wait to read it Pak Eka...Sekaligus saya ucapkan terima kasih atas bukunya, walaupun pada saat menulis komen ini bukunya belum saya terima di LA. Insya Allah akhir minggu ini saya terima dari teman yang kembali dari Jakarta.

    Salam dari kami sekeluarga di LA.

    BalasHapus
  2. Wow, gak bisa dibayangkan kalau seorang pakar top memberikan komentar yang sangat memotivasi ini....saya jadi speechless deh.
    Terimakasih banyak Pak Martin untuk pujiannya, dan untuk motivasi yang selalu diberikan kepada saya.

    Semoga buku MindWeb ini bisa me-revolusi cara berpikir manusia dari yang traditional-conventional menjadi interconnected-integrated. uga terimakasih banyak kepada para pembaca MindWeb yang telah mendukung MindWeb hingga menjadi Bestseller di Gramedia.
    Salam, eka wartana

    BalasHapus