Smart Emotion RadioTalk

HR Excellency.

ELT,PLT Trainers Meet

MWS Indonesia.

with Abdul and the Coffee Theory

Seminar Kecerdasan Emosi bersama Suara Pembaruan.

Great Trainer in Action

ELT Certification Workshop.

Rabu, 20 Mei 2020

Belajar Online Gratis di COMET Online Course #14: Impactful Team Coaching bersama Coach Yulianto





Ikuti yuk... pembelajaran tentang COACHING secara gratis!

COMET
Online Course #14: Impactful Team Coaching bersama Coach Yulianto
Team
Coaching! Bagaimana melakukan coaching terhadap tim agar lebih sukses menangani
mereka? Inilah topik yang sekarang lagi trend di dunia profesional, yakni
COACHING. Jadi bagaimanakah caranya agar coaching kita lebih sukses dan
berhasil.
Simak pemaparan Bp Julianto yang menarik soal team coaching yang berdampak ini.

Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari COMET Online Course.


Oya
apa itu COMET? COMET singkatan dari Community of Miniworkshopseries Excellent
Trainer. Yakni komunitas para trainer yang merupakan international licenced
trainer lulusan dari Miniworkshopseries International Indonesia. Mereka pakar
di bidang mereka masing-masing serta berbagi dalam Online Workshop ini.
Workshop ini dilakukan secara gratis untuk mereka yang mau belajar.


Pingin
tahu dan mau menyimak langsung dengan seri kursus yang akan datang?


Silakan
call atau WA Mbak Fanny ke : 0812-9805-4929


Rabu, 13 Mei 2020

Sebenarnya, Apa Sih KECERDASAN EMOSI Itu? Beginilah Penjelasan Soal EQ Berdasarkan Konsep Terkenalnya Daniel Goleman




Jadi,
Apa Sih Kecerdasan Emosi Itu? Mari kita belajar soal EQ Menurut Konsepnya Daniel
Goleman! Untuk jelasnya, silakan saksikan video belajar yang saya buat di atas!

Yang jelas, inilah pertanyaan yang seringkali saya terima di kelas maupun di mail saya,
  • "Apa
    sih Kecerdasan Emosional atau Kecerdasan Emosi (EQ) itu?" Kok banyak orang
    membahasnya? 
  • Apa bedanya dengan kecerdasan intelektual (IQ). 
  • Betulkan Daniel
    Goleman yang pertama kali menciptakan istilah Kecerdasan Emosional
    (EQ)?
  • Betulkah Daniel Goleman mengatakan, "IQ hanya berpengaruh 20% terhadap kesuksesan seseorang tetapi 80% ditentukan oleh kecerdasan emosional"?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya saya "bocorkan" pada video di atas itu. Intinya adalah begini.

Menurut Daniel Goleman, EQ terdiri dari 2 bagian penting yakni pengelolaan diri (intrapersonal) serta pengelolaan orang lain (interpersonal). Lantas, dari pengelolaan diri terbagi menjadi 2 bagian: (1) Kesadaran Diri (self awareness) serta (2) Pengelolaan Diri (Self Management). Selain itu, pengelolaan orang lain juga dibagi menjadi 2 bagian yakni (1) Kesadaran Sosial serta (2) Pengelolaan Orang Lain.

Selain itu, memang seolah-olah dipercaya bahwa Daniel Goleman yang pertama kali menemukan istilah Kecerdasan Emosional. Faktanya itu tidak benar. Istilah kecerdasan emosional pertama kali digunakan di tahun 1985 oleh dalam disertasinya Wayne Payne yang berjudul STUDY OF EMOTION: BUILDING EMOTIONAL INTELLIGENCE. Tetapi, secara mendunia, istilah Kecerdasan Emosional sebenarnya dipakai oleh 2 profesor psikologi terkemuka, John Mayer serta Peter Salovey, di tahun 1990-an awal. itulah awal cikal bakal istilah Emotional Intelligence dimulai. Tapi, tentu saja, kita tidak bisa melupakan jasa Daniel Goleman yang membuat EQ menjadi sangat terkenal.

Tapi,
perhatikan pula bagaimana konsep kecerdasan emosional Daniel Goleman sendiri sempat berubah-ubah. 

Di konsep awalnya dalam buku "Kecerdasan Emosional: Mengapa Lebih Penting dari IQ" di tahun 1995an, Daniel Goleman sempat menyebutkan 5 kompetensi penting yakni:
(1) Kesadaran Diri Emosional 
(2) Mengelola Emosi
(3) Memanfaatkan Emosi secara positif 
(4) Empati: membaca emosi
(5) Membina hubungan

Lantas, di bukunya yang terbit sekitar 1998 yakni "Working with Emotional Intelligence", Daniel Goleman menyebutkan 5 komponen Kecerdasan Emosional yakni:
(1) Kesadaran Diri
(2) Pengaturan Diri
(3) Motivasi
(3) Empati
(4) Ketrampilan Sosial.

Barulah di buku-buku berikutnya, khususnya Primal Leadership, konsep EQ Daniel Goleman lebih tertata yakni mencakup 4 hal penting:
(1) Kesadaran Diri
(2) Pengelolaan Diri
(3) Kesadaran Orang lain
(4) Pengelolaa hubungan dengan orang lain.

Model itulah yang dipergunakan hingga sekarang.

So, bagaimana penjelasan detilnya? 
Again, simak videonya di atas! 




Be emotionally intelligent!

Notes:


Oya, untuk artikel-artikel inspiratif dan pembelajaran Kecerdasan Emosinal, banyak yang bisa dilihat di website kami yakni:




www.hrexcellency.com




Selasa, 12 Mei 2020

BUKU WAJIB BACA BUAT ORANG TUA "KETIKA PINTAR AJA NGGAK CUKUP PLUS TIPS 5 LANGKAH MELATIH REMAJA YANG CERDAS EMOSINYA





Sebuah pertanyaan yang bisa jadi bahan renungan bagi para orangtua dan pendidik...

Apakah pintar di sekolah jaminan, anak akan sukses
nantinya? Apakah yang nilai rapornya bagus, pasti akan lebih berhasil? 


Ternyata, jawabannya adalah tidak. Faktanya, banyak yang rapornya bagus dan IPnya tinggi, malahan jadi
masalah. Khususnya ketika mereka bekerja. Banyak yang banyak tidak bisa beradaptasi dan bekerjasama dengan orang lain.

Intinya IQ yang tinggi, harus juga dibarengi dengan EQ yang bagus. 

Itulah sebabnya di akhir tahun 2019, saya menuliskan buku "KETIKA PINTAR
SAJA TIDAK CUKUP". Buku ini dibuat untuk menginspirasi para orang tua
bagaimana membangun anak remaja yang cerdas emosinya. Bukan yang sekedar pintar
saja. Bersyukur, buku ini lantas menjadi best seller. Dalam sebulan, 5 ribu
copy terjual! Terima kasih kepada para orang tua yang punya minat besar
terhadap pendidikan anaknya!

Nah, dalam video kali ini, akan diberikan salah satu tips yang ada di buku
tersebut yakni tips RULER. Nah, apakah tips ruler ini? Inilah tips untuk membantu para remaja menjadi lebih cerdas emosinya. Intinya, RULER adalah singkatan dari: Recognizing, Understanding, Labelling, Expressing serta Regulating Emotion. Tapi bagaimanakah penjelasannya? Itulah yang akan dijelaskan melalui video yang satu ini!

Buat para pendidik dan orang tua, wajib simak video inspiratif ini!





Salam Antusias!


Minggu, 10 Mei 2020

EQ Digital: Begini Alasannya Mengapa Kamu Perlu Cerdas Emosi Gunakan Ala...





EQ
Digital: Begini Alasannya Mengapa Kamu Perlu Cerdas Emosi Gunakan Alat Digital!

Belakangan ini kita banyak membaca soal penggunaan perangkat digital yang bikin kita miris. Ada anak remaja yang jadi korban bully, hingga bunuh diri. Ada banyak kisah remaja yang jadi korban body shaming. Banyak yang jadi depresi gara-gara foto mereka dijadikan bahan tertawaan. Atau, banyak pula yang ketagihan dengan game, sosmed dan perangkat digital lainnya.

Memang kalau disimpulkan,..
Digital,
bisa jadi mempermudah atau mempersulit hidupmu. Seperti yang disampaikan di atas, banyak orang yang lantas
menjadi korban perangkat digital. Tahun 2019 lalu, banyak anak yang harus
dirawat di RS Jiwa di Jabar gara-gara ketagihan. Jangan-jangan selama ini, kita
menjadi korban perangkat digital, tanpa kita sadari. Banyak kasus terjadi,
cyber bullying, body shaming, reputasipun bisa runtuh gara-gara perangkat
digital ini. 

Itulah sebabnya dalam video inspirasi yang bisa Anda tonton ini saya membahas apa keterkaitan antara Kecerdasan Emosional (EQ) dengan perangkat digital. Intinya sebenarnya adalah: Bagaimana sih, kita bisa lebih cerdas emosi (EQ) dalam menggunakan perangkat digital ini? Bagaimana caranya biar kita bukan cuma jadi KONSUMEN saja, tapi juga jadi PRODUSEN? Bahasa gampangnya adalaha bagaimana kita bukan DIPERALAT tapi bisa MEMPERALAT perangkat digital kita?



Semoga
terinspirasi!




www.hrexcellency.com




Selasa, 05 Mei 2020

EQ Test: Uji Level Kecerdasan Emosi Anda Dengan 10 Pertanyaan Ini!





EQ Test: Ayo, Uji Level Kecerdasan Emosi Anda Dengan
10 Pertanyaan Ini!

So, mau tahu seberapa tinggi level kecerdasan emosi (EQ)
mu? Pingin tahu nggak EQ Anda termasuk tinggi atau rendah. Nah, coba jawab 10
pertanyaan yang berisi berbagai situasi ini. Anda dikasih 4 pilihan.
Prosedurnya, Anda mesti dengerin baik-baik, dan tulisan jawabnnya. Oya,
jawaban-jawaban ini mungkin nggak persis sesuai dengan pilihan Anda. Tapi Anda
tetap harus milih yang paling Anda akan lakukan. Eits, jangan langsung liat
jawabannya. Setelah selesai tulis jawaban Anda, barulah Anda cek dengan hasilnya.
Setelah 10 pertanyaan dibacakan, dan Anda menjawab, kunci jawabannya ada di
bagian belakang. Selamat ber-tes EQ Anda ya!

Ini test yang kadang kita berikan pada acara-acara
gathering, just for fun. Tentu saja, sekarang ini ada tes-tes EQ yang lebih
komplit , lebih detil dan lebih tinggi validitas dan reliabilitasnya. Di
lembaga kita, HR Excellency juga menggunakan test yang lebih valid kalau untuk
training EQ yang lebih komprehensif. Tapi berdasarkan, pengalaman saya, tes ini
juga lumayan bisa memberikan masukan buat kita. Intinya, dari range 0 sampai
200, berapakah skor Kecerdasan emosional (EQ) yang Anda dapatkan? Saya
penasaran... sharing hasil tes EQ Anda di bagian komen yuk! (he..he.. kalau
nggak terlalu privacy sih...)..

Dan ingat ya. Jangan sekali-kali melabel atau men-judge
diri Anda baik atau buruk hanya berdasarkan hasil ini. Ini cuma sebuah umpan
balik. Kan beritanya baiknya, EQ masih bisa ditingkatkan! Sama kayak waktu
ulangan matematika, kita dapet 50. Bukan berarti kita bodoh, cuma menunjukkan kemampuan
kita dalam subjek yang dites belum bagus. Dengan belajar dan meningkatkan diri
kita, kita bisa lebih baik. Termasuk soal EQ ini!

Have a fun EQ Test, rekan-rekan!

Rabu, 29 April 2020

TONTON BAGAIMANA WALT DISNEY TEROBSESI SOAL KESEMPURNAAN: PUNYAKAH KAMU...





MAU TAHU RAHASIA SUKSES DISNEY? INI RAHASIANYA DARI WALT DISNEY DENGAN OBSESINYA : NONTON DEH VIDEO INSPIRASI INI



PERHATIKAN BAGAIMANA WALT DISNEY TEROBSESI SOAL KESEMPURNAAN: PUNYAKAH KAMU MODAL MENTAL YANG SATU INI?



Satu hal yang jelas...

Sudah 60 tahun lebih Disneyland dibangun (tepatnya dibangun tahun 1955).

Riwayat Mickey Mouse lebih panjang lagi. Episode Mickey Mouse sebenarnya dimulai pada tahun 1928.

Bayangkan! Nyaris seabad lho.

Tapi, kita tahu dan sadar bahwa nama besar Disney belumlah memudar. Berapa banyak generasi yang mengenai Disney dengan tokoh-tokoh  kartunnya. Apa sih rahasia dibalikknya. So, mau tahu rahasianya? Kuncinya ternyata terletak pada obsesi kesempurnaannya seorang Walt Disney. Nilai ini ternyata terus diwariskan.



Simak deh video obsesi kesempurnaannya Walt Disney ini, maka kamu akan lebih paham soal rahasia obsesi kesempurnaannya Walt Disney! Sesuatu yang membuat saya kagum.

How about u?



Soo.... Mau lebih sukses? Mau lebih berhasil? Mau hasil karyamu lebih dikagumi kayak Walt Disney? Nasihatnya ada disini! Mulai sekarang, terobsesilah untuk mencapai kesempurnaan seperti Walt Disney itu. Bagaimana orang sukses ini terobsesi dengan kesuksesan? Perhatikan mentalitasnya yang luar biasa! Belajarlah dari si Walt Disney ini. Perhatikan, hanya gara-gara semua komidi putar, memberikan inspirasi buatnya soal obsesi kesempurnaan. So, seberapa besarnya kamu terobsesi untuk hasilkan karya-karya yang lebih baik, yang lebih bermutu? Belajar dari Walt Disney yuk dalam seri video kali ini.



Semoga terinspirasi

www.anthonydiomartin.com

www.hrexcellency.com

Minggu, 01 Maret 2020

PENTING, INILAH CARA MELATIH 12 KOMPETENSI KECERDASAN EMOSI BUAT PEMIMPIN



Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0. Pertanyaannya: masih perlu nggak sih pemimpin melatih EQ atau kecerdasan emosional-nya? Ternyata, perlu banget! 
Tak mengherankan jika Jack Welch, salah satu mantan CEO terkemuka dari General Electric yang legendaris, mengatakan, "Banyak kepimpinan bermasalah karena buruknya EQ atau kecerdasan emosi nya rendah". Begitu juga kata Jack Ma, pendirinya Alibaba, "Sukses bukan hanya butuh IQ, tapi juga EQ". Bahkan, belakangan Jack Ma juga memperkenalkan perlunya LQ atau Love Quotient. 
Nah, kembali bicara soal Kecerdasan Emosi. Itulah sebabnya Daniel Goleman, salah satu pelopor EQ di dunia, belakangan mulai memperkenalkan 12 kompetensi Kecerdasan Emosional (EQ) yang kritikal bagi para pemimpin. Goleman, bersama Richard Boyatzis,  menyebutkan 12 kompetensinya itu sebagai : The Crucial Competence. Detil mengenai kompetensi tersebut, sebenarnya saya bahas di artikel ini:
So, Bagaimanakah Melatihkan ke-12 Kompetensi Kecerdasan Emosi Itu Buat Pemimpin?
Pertanyaan yang paling penting adalah, setelah tahu soal ke-12 kompetensi Kecerdasan Emosional (EQ) buat leader itu, so what? Gimana caranya sekarang kita mampu menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana melatihnya? Apa tips serta strateginya agar para leader mampu mengembangkan ke-12 kompetensi Kecerdasan Emosional (EQ) tersebut?

Disinilah tips sederhananya!

Berikut ini adalah beberapa ide serta langkah yang bisa dilakukan untuk mengembangkan serta melatih ke-12 kompetensi EQ tersebut:


1. Emotional Self-Awareness (Kesadaran Diri): 
  • Secara rutin mengecek suhu emosi Anda saat ini
  • Belajar mengenali dan membaca pola ataupun kebiasaan diri Anda dalam berbagai situasi, khususnya kebiasaan yang tidak menyenangkan
  • Melakukan refleksi diri dengan mempertanyakan apa motif, niat, intensi Anda dalam suatu situasi tertentu 

2. Emotional Self-Control (Pengendalian Diri):
  • Mempraktekkan “jeda 6 detik” untuk mengontrol emosi yang spontan dan tak terkendali
  • Meminta bantuan pihak lain untuk mengingatkan pada saat emosi tidak terkendali
  • Mempraktekkan self reminder untuk mengingatkan apa yang akan terjadi kalau emosi tak terkenadli itu dibiarkan (dengan mempertimbangkan akibatnya)

3. Achievement Orientation (Orientasi Berprestasi):
  • Membuat daftar tujuan pribadi serta menyiapkan langkah-langkahnya
  • Menentukan personal scorecard (ukuran pribadi) yang berisi apakah ukuran keunggulan diri yang ingin dicapai
  • Membuat pareto action (semacam prioritas) dengan berfokus pada hal-hal kecil namun berdampak besar terhadap kehidupan

4. Positive Outlook (Penampilan Positif):
  • Membaca kisah-kisah orang sukses yang melewati berbagai tantanga sertabelajar dari kisah hidup mereka
  • Mengaplikasikan “antisipative thinking” yakni berharap yang terbaik, bersiap untuk yang terburuk
  • Menerima dan terbuka dengan berbagai tantangan dan tingkat kesulitan baru untuk melatiha otot-otot agar siap menghadapi berbagai kesulitan dan masalah

 5. Adaptability (Beradaptasi):
  • Bersikap baik terhadap masukan dan umpan balik dari orang lain
  • Menerapkan "paranoid thinking" (memikirkan kemungkinan terburuk) dan mencoba terus berdaptasi dengan pendekatan baru
  • Mengaplikasikan teknik scenario building (membuat berbagai skenario dan rencana) dalam menghadapi suatu situasi dengan berbagai alternatif solusinya


6. Empathy (Berempati):
  • Latihan membaca situasi perasaan dan kondisi orang lain lantas melakukan konfirmsi untuk mengecak pemahaman Anda
  • Berusaha menanyakan pendapat dan perasaan orang lain serta menanyakan alasannya
  • Menggunakan teknik RAS (Respek perasaan orang, Acknowledge/menghargai alasan mengapa dia merasakan perasaan demikian serta memberikan Solusi yang mempertimbangkan perasaan orang tersebut)

 7. Organizational Awareness (Kesadaran Organisasi):
  • Melatih radar dan kepekaan terhadap kondisi suatu tim
  • Belajar membuat sosiogram (hubungan antar individu) untuk mengetahui siapa suka dengan siapa ataupun siapa tidak suka dengan siapa
  • Membuat peta pengaruh: siapa mendengarkan siapa, siapa mendengarkan siapa


8. Influence (Daya Pengaruh):
  • Latihan memberikan apresiasi dan pengharhgaan positif
  • Membangun tabungan emosi yang positif
  • Melatih teknik-teknik persuasi termasuk dengan memberian pernyataan yang disertai dengan alasan yang masuk akal


9. Coach and Mentor (Melatih & Mementor):
  • Berusaha membagikan ilmu Anda dengan mencari orang-orang yang bisa Anda kembangkan ketrampilannya
  • Memberikan umpan balik kontrukstif kepada orang lain, khususnya tim
  • Menandai dan meluangkan coaching time untuk anak buah ataupun orang yang perlu Anda tingkatkan ketrampilannya


10. Conflict Management (Manajemen Konflik):
  • Meluangkan waktu untuk menyelesaikan konflik, tidak membiarkannya berlarut-larut
  • Mempraktekkan teknik alternative ke-3 (alternatif lain) untuk mencari solusi yang mengakomodasikan pihak kepentingan yang berbeda
  • Berlatih perceptual position, yakni suatu teknik dengan mencoba memposisikan diri di temapt orang lain serta mempertimbangkan alasan serta kondisi mereka, hingga akhirnya bisa mencari solusi yang bisa memuaskan kedua belah pihak


11. Inspirational Leadership (Kepemimpinan Inspiratif):
  • Membuat quote ataupun kutipan-kutipan bijak yang inspiratif melalui email ataupun status-status di sosial media, untuk menginspirasi orang lain
  • Melakukan short motivational session (sesi motivasi pendek) saat meeting ataupun saat pertemuan
  • Mensharingkan kisah-kisah inspiratif diri maupun kisah orang lain yang inspiratif kepada tim


12. Teamwork (Kerjasama):
  • Mengenali potensi serta kelemahan masing-masing anggota tim
  • Berusaha berkontribsui dengan positif kepada tim, melalui kata-kata, sikap, penghargaan, hingga kontribusi yang nyata (tangible) kepada tim
  • Melakukan aktivitas informal untuk menyatukan daya kimiawi antara anggota tim

Begitulah beberapa tips sederhana melatihkan 12 Kompetensi Kecerdasan Emosi yang penting bagai pemimpin tersebut!

Dan berita baiknya!  Ke-12 kompetensi sangat bisa dilatih dan terus dikembangkan. 

Semoga dengan terus menerus memperhatikan dan meningkatkan penghetahuan maupun skills kita dalam kompetensi tersebut, kita menjadi pribadi dan pemimpin yang semakin berpengaruh positif bagi organisasi kita.


P.S
Tertarikkah agar pemimpin di organisasi Anda bisa mengembangkan ke-12 kompetensi EQ ini? Tim trainer kami di HR Excellency telah berpengalaman belasan tahun melatih EQ para leader di banyak organisasi! 
Hubungi kami di : 021-3518505 ataupun 021-3862521 ataupun email: info@hrexcellency.com ataupun website: www.hrexcellency.com
Anthony Dio Martin, trainer, inspirator, CEO HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia, penulis buku-buku best seller, executive coach,  narasumber expert Program Smart Emotion di SmartFM. IG @anthonydiomartin & Youtube Channel: Anthony Dio Martin Official